Saatnya Menjadi #Generasi4G Anti Hoax

video

Dari dulu sampai sekarang, teknologi merupakan sebuah alat bantu untuk memudahkan hidup kita. Dengan keadaan dan kondisi yang terus berkembang, kita dituntut untuk terus berinovasi dan belajar untuk menghasilkan karya karya besar yang berguna bagi masyarakat luas. Tentu hal ini harus sejalan dengan keinginan besar dan cita-cita yang tinggi agar mendorong semua ini terjadi. Kita sadar bahwasanya era sekarang dengan dahulu sudah berubah amat cepat dan drastis. Bayangkan saja, dahulu sebelum tahun 2000, tidak akan disangka dan tidak terpikirkan bagaimana ada telepon seluler yang memiliki fitur lebih dari sekedar menelepon. Tidak disangka dan tidak diduga pula, bagaimana bisa koneksi internet bisa diakses dari manapun dan kapanpun tanpa kabel. Dan bagaimana bisa, semua aktifitas komputer yang biasa dikerjakan di komputer desktop atau lebih sering disebut dengan Personal Computer bisa digantikan hanya dengan satu ukuran tangan kita dan dalam genggaman kita berupa ponsel.

Semenjak komunikasi melalui jaringan yang dikenalkan kepada publik yang sudah kita kenal dengan nama Internet. Semua jalur komunikasi dan tata cara komunikasi kini sudah mulai bergeser. Cara interaksi sosialpun berubah menjadi interaksi jarak jauh yang lebih efektik dan efisien. Mendekatkan yang jauh dan menjaga silaturahim dengan semua jaringan pertemanan kita, itulah bentuk sosial medis yang kita kenal saat ini. Berbagai jenis berita sudah berseliweran kesana kemari di status-status pertemanan kita. dari mulai yang valid maupun tidak valid. Lahir juga istilah baru untuk berita palsu yaitu Hoax meramaikan semua status teman-teman kita dan yang terkadang malah menjadi alat membuli baru dengan metode simplifikasi.

Simplifikasi merupakan salah satu cara untuk menggeneralisir seluruh berita atau informasi yang beredar dengan dikaitkan antara kecocokan kedua hal atau sesuatu. Contoh saja, jika kita perhatikan pemberitaan tentang teroris, yang kemudian menggeneralisir bahwasanya yang disebut teroris adalah Islam. Itu merupakan salah satu contoh bagaimana proses simplifikasi beredar dan membentuk opini publik. Dari satu celah dan oknum yang masuk dalam berita menjadi kesimpulan umum untuk semuanya. Padahal dalam akademik, hal ini tentu tidak valid dan tidak cukup data bisa menyimpulkan hal tersebut. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat lebih banyak mengambil berita hanya dari sisi judulnya saja, tanpa membacanya dengan seksama dan melakukan kroscek dengan liputan berita lain atau data dan fakta yang sudah ada.

Masyarakat cenderung lebih menyukai berita yang memang sangat dianggap sebagai berita yang bisa menyenangkan hatinya atau menyakiti orang yang dia benci. Anggap saja Budi namanya, Budi memiliki sikap politis terhadap sosok Anu, saking dia sangat memuju sosok tersebut. Budi melakukan sharing-sharing berita yang dianggap memuju tokoh Anu tersebut. Sekali dia melihat ada time line temannya yang menghujat si Anu. Budi langsung mencari berita-berita yang bisa menjatuhkan temannya tersebut, dan pada ujungnya budi melakukan sharing tanpa kroscek dan menghasilkan time line yang penuh dengan berita yang sebagian besar palsu. Atau paling parahnya lagi, Budi membuat portal berita sendiri dengan karangan berita yang ia siapkan untuk menghujat orang-orang dengan paham politik berbeda dengannya.

Oleh karena itu teman-teman, teknologi memang sangat memudahkan. Tapi jangan pula dipakai sebagai senjata yang berbahaya untuk melukai atau membuat berita bohong atas orang lain. Gunakanlah dengan bijak dan seksama. Apalagi saat ini semua koneksi Internet sangat cepat dan mudah dijangkau. Seperti sinyal Smartfren 4G yang jangkauannya luas sampai ke gunung, akses menjadi mudah dan internet cepat ada dalam genggaman karena Smartfren 4G 100%. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi ini dengan baik dan Bijaksana.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Komunitas TIK Bandung Jawa Barat Indonesia © 2015 | Desain oleh Cheap TVS